Kamis, 29 September 2016

            DIMANA PERAN MAHASISWA KESEHATAN?
oleh: Salsabila Yasmin

Dari zaman perjuangan kemerdekaan, mahasiswa selalu menjadi ujung tombak dari suara-suara rakyat. Mahasiswa-mahasiswa pejuang ini lahir dari rakyat dan dan berjuang untuk rakyat. Dengan idealisme berfikirnya, mahasiswa selalu mengedepankan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat semesta. Dengan berbagai latar belakangnya, mahasiswa dapat menyatukan kekuatannya untuk kepentingan bersama.
Lalu, dari sini mulai muncul pertanyaan. Sebagai mahasiswa kesehatan, apa peran kita dalam kancah pergerakan kemahasiswaan? Masih ingat, di tahun 1908 mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi STOVIA, Dr. Soetomo bersama dengan Gunawan Mangkoekoesoemo dan Soeraji merintis sebuah organisasi yang digadang-gadang sebagai awal dari kebangkitan bangsa. Boedi Oetomo nama organisasinya. Organisasi yang pertama kali menyerukan tujuan untuk Indonesia merdeka.
STOVIA, sekolah kedokteran di Hindia bagi para pribumi. Mahasiswanya tidak hanya memikirkan kesehatan, tapi juga sosial, ekonomi, kebudayaan dan nasionalisme. Merekalah motor dari kebangkitan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Tidak main-main hasilnya, bahkan sudah dikenang sepanjang masa.
 Lalu, apa peran mahasiswa kesehatan di era globalisasi? Di era globalisasi, segalanya menjadi sangat mudah. Suatu hal yang jauh bisa dengan cepat didekatkan. Hal yang dulu tidak mungkin dilakukan, saat ini bahkan bisa tersedia di ujung jari kita. Globalisasi ini tentu  menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak negatif inilah yang mesti diwaspadai. Sejak era globalisasi, persaingan ekonomi semakin ketat. Dengan keadaan tersebut, pedagang kecil dan menengahlah yang akan merasakan pahitnya. Arus informasi semakin tidak terbendung. Akibatnya, moral anak bangsa terancam dengan konten pornografi yang bebas diakses dimana-mana. Selain itu masih banyak lagi dampak negatif dari globalisasi yang mengancam kesejahteraan jiwa dan raga bangsa.

Image result for indonesia sehat

Saat ini, anggapan umum terhadap mahasiswa kesehatan adalah mahasiswa-mahasiswa yang “study oriented”. Asik dengan dunianya sendiri. Sibuk dengan mata kuliah yang menyita waktu dan pikiran. Sehingga tidak sempat lagi untuk menanggapi isu-isu global maupun nasional. Padahal, bangsa ini sedang terguncang. Apakah anggapan tersebut dapat dibenarkan? Kita sendirilah yang dapat menjawabnya.
Sebagai mahasiswa kesehatan, sebenarnya kita memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kesejahteraan bangsa. Masih ingat tentang definisi sehat? Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Yang menjadi garis bawah disini adalah, sehat tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan sosial. Kesehatan mental dan sosial hanya dapat diraih jika seseorang mencapai taraf kesejahteraan. Kesejahteraan bangsa dipengaruhi oleh keadaan ekonomi, politik, dan budaya. Jadi, sebagai mahasiswa kesehatan, secara tidak langsung kita juga harus memperhatikan semua sektor yang mempengaruhi kesejahteraan bangsa.
Lagipula, dalam lagu kebangsaan kita juga sudah disebutkan “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Untuk Indonesia raya.” Sebagai mahasiswa kesehatan, kita seharusnya paham, untuk membangun raga bangsa Indonesia yang sehat, jiwa bangsa yang kokoh haruslah dibangun terlebih dahulu. Harapannya, mahasiswa kesehatan dapat membangun bangsa Indonesia secara holistik. Membuat indonesia sehat dengan sebenar-benarnya definisi sehat.
Image result for indonesia sehat